Marak Kasus HIV/AIDS, Hasil Skrining KPAD Kukar Pengidap Didominasi Kalangan Pemuda Hingga Sesama Jenis

img

(Kantor Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Kukar/pic:Tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Belum lama ini kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tergolong mencuat cukup tinggi. Pada kasus tersebut Kukar berada pada wilayah ke tiga tertinggi se Kalimantan Timur.

Saat diwawancarai Poskotakaltimnews, Ketua KPAD Kukar, Ahmad Taufik Hidayat, mengungkapkan tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh komitmen Pemerintah Daerah Kukar yang aktif melakukan skrining atau pemeriksaan HIV melalui Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD).

Ia menjelaskan bahwa tingginya angka kasus yang terdata bukan semata-mata karena peningkatan penularan, melainkan hasil dari upaya skrining yang masif terhadap berbagai kelompok sasaran.

Pemeriksaan dilakukan kepada mahasiswa, organisasi masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), hingga karyawan perusahaan.

“Setelah dilakukan skrining, ditemukan cukup banyak orang dengan status ODVIH. Ini muncul karena kami aktif melakukan pemeriksaan. Bisa jadi daerah lain di Kalimantan Timur jumlahnya lebih banyak, namun belum terlihat karena belum melakukan skrining,” jelas Taufik saat dikonfirmasi Rabu (17/12/2025).

Mengejutkannya, berdasarkan hasil skrining Taufik mengungkapkan kelompok yang paling banyak terpapar HIV/AIDS adalah dari kalangan pemuda.

Dalam upaya penanganan, Taufik mengatakan Pemerintah Daerah Kukar bersama pihaknya memberikan intervensi berupa pendampingan, pengobatan rutin, serta bantuan makanan tambahan bagi para ODVIH (Orang dengan HIV).

Pendampingan ini juga melibatkan komunitas Mahakam Plus yang berperan penting dalam menjembatani komunikasi dengan para pengidap.

“Tanpa peran komunitas, akan sulit mengungkap kasus karena mereka cenderung takut dan tertutup. Komunitas ini membantu kami agar mereka berani memeriksakan diri dan menjalani pengobatan,” katanya.

Lebih lanjut Taufik menyebutkan, seluruh ODVIH yang terdata saat ini berada dalam pengawasan KPAD Kukar dan Dinas Kesehatan Kukar.

Atas hal tersebut Taufik mengimbau agar masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam pergaulan, mengingat penularan HIV/AIDS sebagian besar terjadi melalui hubungan seksual berisiko.

Selain kalangan pemuda, ia  juga menegaskan bahwa HIV juga berpotensi menular dari orang tua yakni ke anak saat dalam kandungan.

“  Tidak menutup kemungkinan penularan terjadi dari orang tua kepada anak, misal ketika si ibu dalam keadaan hamil dan janin masih dalam kandungan, meskipun persentasenya relatif kecil. Namun, sebagian besar kasus HIV/AIDS disebabkan oleh penularan melalui hubungan seksual berisiko, termasuk di dalamnya hubungan sesama jenis,” terang Taufik.

Terakhir Taufik mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjalani pola hidup sehat.

“ Pencegahan HIV/AIDS merupakan bagian dari layanan dasar kesehatan, sama halnya dengan penanggulangan TBC. Mari sama-sama kita menjaga diri kita sendiri, dan orang disekeliling kita,” tutupnya. (tan).